Tuesday, December 22, 2009

Hypnobirthing pada pasien dengan sugestibilitas tinggi

Sejak mengenal hypnosis dalam obstetri (hypnostetri) lewat metode hypnobirthing sekarang jadi keasyikan tersendiri. Bisa diterapkan untuk persalinan, muntah2 (hiperemesis), infertilitas, penjahitan luka episiotomi dan lain-lain.

Monday, December 21, 2009

Postterm dengan fungsi plasenta tidak kuat


Hari ini sebetulnya hari yang tenang. Masuk ke RS, visite pasien. Kebetulan cuma dua pasien yang dirawat. Satu pasien paska cesar hari ke 2 anak ke 4 dengan  indikasi  perdarahan pervaginam. Penyebab perdarahannya karena plasenta previa (plasenta yang tidak pada tempatnya). Satu lagi pasien paska kuret missed abortus yang mengalami perdarahan paska kuretase (hari ini akan dipulangkan).

Thursday, June 11, 2009

Kenapa SpOG Banyak Yang Cowok ?

spog

Ini ada komentar di blog yang nanya persis seperti judul note ini. Tetapi terpaksa aku reject karena sebagian isinya agak berbau SARA...ntar bahaya kalau di publish...Tetapi coba kita jawab sama2...Inilah jawaban versi aku...

Friday, May 29, 2009

Hipoplasia Vagina

Hipoplasia artinya tumbuhnya kurang normal, sehingga hipoplasia vagina artinya vaginanya tidak sempurna seperti biasanya. Barusan ketemu kasusnya. Tidak haid sejak kecil, sudah menikah 5 tahun ggak punya anak. Tidak ada keluhan saat intercourse dengan hubbynya.

Monday, March 23, 2009

Cesar anak lintang dan sungsang anak besar lahir normal

Jam 800 pagi dapat telepon dr bidan Klinik ada pasien anak kedua sungsang...bukaan sdh 4 cm, dari tinggi perut katanya cuma 31 cm jadi beratnya kira2 hanya 3 kilo lebih dikit, diputuskan untuk dilahirkan normal. dulu anak pertamanya juga sungsang, aku yang bantu kelahirannya,Berat babynya yang pertama 3.2 kg. Daru USG tanggal sekitar awal bulan beratnya baru 2.7 kg.

Sunday, March 22, 2009

Minggu 22 Maret 2009

Pagi2 sekitar jam-jam 7 pagi sudah ditelepon bidan Miami dari Klinik Ernes, melaporkan ada pasien yang akan melahirkan, hamil anak ke 2, cukup bulan, bukaan baru 4 -5 cm. Kalau dihitung2 diatas kertas (teoritis) maka bukaan akan lengkap dalam waktu lebih kurang 3 jam-an lagi.

Saturday, March 21, 2009

Weekend yang tenang

Seperti biasanya hari sabtu tidak praktek sore, agar lebih banyak waktu dengan keluarga di rumah atau di tempat liburan. Hari sabtu ini kebetulan weekend nya di rumah saja, lumayan tenang tanpa gangguan pasien. Cuma tadi pagi jam 6-an di telpon bidan RSU melaporkan pasien persalinan normal.

Jam 10 pagi saat visite ke RS pasien tersebut baru saja lahir di tolong Bidan. Semua persalinan normal akan di tolong oleh bidan RS, kecuali pasiennya minta dokter spog yang nyambut baru yang normal2 juga aku yang menolong. Bagi2 rezeki juga ke Bidan…

Jam 13 sudah pulang…dan nge-net seperti biasa buka email serta jawab2 spog box di blog utama. Setelah nggak tau lagi yang dikerjakan, trus nyoba2 blog format lain, salah satunya blog.com.

Monday, March 2, 2009

Control Panel pengganti Navbar

Keberadaan navbar (palang biru pada bagian paling atas) pada blogger, (asli) sebetulnya sangat membantu, karena dashboard dapat di akses dengan mudah. Tetapi karena pertimbangan kosmetik blog, keberadaannya sering dihilangkan.


Bagi yang newbie, cara ngilanginnya sih mudah saja kok, tinggal tambahkan kode di bawah ini tepat dia tas tag </head>

#navbar-iframe {
height:0px;
visibility:hidden;
display:none
}

Sebetulnya ada caranya mengembalikan fungsi navbar tadi dengan cara membuat kontrol panel yang hanya terlihat oleh empunya blog. Bahkan lebih unggul, karena kita tinggal membuat shorcut (satu kali klik untuk mengakses fungsi2 admin dalam blog kita, seperti layout, setting, edit HTML dll.

C Panel
Langkah seperti bias buat mengedt HTML : Sigin-Layout-Edit HTML (klik Expand Widgets Template). Pencet Ctrl F, terus cari tag ini :

<b:section class='sidebar' id='sidebar' preferred='yes'>

Kenudian Copy_Paste kode dibawah ini, teapt sebelum tag diatas.

<span class='item-control blog-admin'>
<h2>Admin Control Panel</h2>
<a href='http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=BlogIdNumber'>New Post</a>
|
<a href='http://draft.blogger.com/blog-options-basic.g?blogID=BlogIdNumber'>Settings</a>
|
<a href='http://www.blogger.com/rearrange?blogID=BlogIdNumber'>Change Layout</a>
|
<a href='http://www.blogger.com/html?blogID=BlogIdNumber'>Edit HTML</a>
|
<a href='http://www.blogger.com/moderate-comment.g?blogID=BlogIdNumber'>Moderate Comments</a>
|
<a href='http://www.blogger.com/logout.g'>Sign Out</a>
</span>

Sebelum di Save, gantikan kata: BlogIdNumber dengan nomor blogID kamu (lihat di URL saat kamu masuk ke setting, edit HTML dll, terlihat 19 digit angka yang didahuli oleh kata :blogID=xxxxxxxxxxxxxxxxxxxx)

Setelah selesai mengganti blog ID, selanjutnya tinggal Save, beres dah. Jika ingin menambahkan shotcut lainnya tinggal ditambah sendiri:

<a href='URL YANG AKAN DI SHORTCUT'><NAMA SHORCUTNYA</a>

Sekarang akses ke Fungsi admin hanya satu klik saja

Masih tentang RS ku...

RSU Propinsi Kepri yang kalau dari namanya kira-kira terletak di ibukota propinsi Kepulauan Riau yaitu di Tanjung Pinang, ternyata terletak di sebuah kota kecamatan yang sepi yaitu Tanjung Uban.

Mungkin semua orang nggak habis mikir …kok sebuah RSU Propinsi yang dalam pikiran setiap orang pastilah sebuah RS yang fasilitasnya terbaik dip0pinsi ini bisa terletak disebuah kota kecamatan kecil? Aku juga nggak tahu persis kenapa.

Kalau dikira-kira mungkin pemikirannya begini: Tanjung Uban letaknya diantara Tanjung PInang (Bintan) dan Batam, karena dari dulu sebelum pilgub Kepri sudah digembar gemborkan bahwa akan dibangun jembatan penghubung antara pulu Bintan dan Batam yang namanya Jembatan Babin. Nah kalau ada jembatan sudah pasti letak RSU ini sangat sangat sangat strategsi sekali…

Tapi apa lacur? jembatan yang sangat diimpikan oleh masyarakat kedua pulau tinggal hanya cerita kopi thiam. Sampai sekarang gossipnya saja sudah tidak terdengar lagi.

RSU yang sebelumnya direncanakan memiliki fasilitas terlengkap dan tercanggih di Kepri, kini tak rubahnya sebuah RS type C yang baru punya 4 dokter spesialis utama (anak, obgyn, bedah dan penyakit dalam). Itupun dokter anaknya masih “meminjam” dari Kabupaten Bintan. Luas lahan yang sebelumnya dirancang seluas 10 hektar kini tinggal 2 hektar saja.

Saat ini keberadaan RS ini terasa sangat meringankan masyaralat sekitarnya, karena tingkat rujukan menjadi turun secara drastis. Sebetulnya angka rujukan masih bisa ditekan lebih rendah lagi jika RS ini sudah dilengkapi dengan fasilitas bank darah dan adanya dokter ahli anestesi yang tinggal menetap di Tanjung Uban (stand by 24 hours).

Kebanyakan pasien yang dirujuk sekarang ini adalah karena dua alasan tersebut. Dokter anestesi rasanya sulit akan mau menetap di Tanjung Uban…Why…sedangkan ditempatkan di Tanjung Pinang saja yang nota bene lebih ramai dari Tanjung Uban, pada hijrah ke Batam. Tidak munafik…dokter ahli pada umumnya berlomba-lomba ke kota besar di samping alasan seperti pendidikan, anak alasan utama nya adalah untuk mendapatkan rupiah yang lebih besar. dokter juga manusia…

Supaya dokternya mau bertugas ditempat seperti ini nggak ada cara lain kecuali memberikan tunjangan yang memadai bagi dokter ahli yang bertugas ditempat ini sehingga alasan materi untuk tidak mau bertugas di tempat yang sepi menjadi hilang.

Sebagai contoh di propinsi induk Riau, seorang dokter ahli 4 besar diberi tunjangan lebih dari Rp 20 juta, diberi fasilitas rumah dan kendaraan agar mau bertugas di daerah seperti Bengkalis atau Siak. Hal ini wajar, karena seorang dokter yang baru tamat pendidikan ahli tentunya berharap suatu perbaikan nasib setelah menamatkan pendidikan ahlinya (waktu sekolah juga banyak menghabiskan dana, untung bagi yang dapat bantuan daerah). Kalau dituntut hanya pengabdian saja kasihan sekali mereka...

Sunday, March 1, 2009

Beda bahasa dokter dan pasien...

Dua hari yang lalu, di depan sekolah anakku yang nomor dua, ada seorang ibu yang motornya ditabrak oleh motor pengendara lainnya. Karena tidak mempergunakan helm, akibatnya kepala si ibu terbentur ke aspal. Kalau dalam bahasa umumnya head injury sering disebut gegar/geger otak, sedangkan dalam bahasa medis-nya ada dua jenis geger otak: yang ringan disebut: commotio cerebri dan yang berat : cuntusio cerebri.

Kemudian si ibu dibawa ke RS tempat aku bertugas, setelah diobservasi beberapa waktu, akhirnya diputuskan untuk merujuknya ke RS dengan fasilitas yang lebih baik, yaitu ke RS yang ada Tanjung Pinang. Akhirnya si ibu meninggal di sana.

Seperti sudah menjadi kebiasaan di kota kecil, maka bisik2 tetangga segera beredar dan menyebar tentunya ditambah bumbu sana-sini. Orang tuaku (ibu) pagi2 sudah mendapat info dari tetangga depan rumah tentang kejadian di atas. Menurut cerita tetangga-ku, korban tabrakan tadi sewaktu berada di RS tidak diberi apa2 dan dibiarkan saja...

Begitu parahkan pelayanan RS kami ? Tentu saja tidak. Setahu aku dokter dan petugas IGD rajin2 serta sigap menangani setiap pasien emergensi yang datang. Tetapi mengapa pada kasus diatas, menurut cerita yang beredar, pasien tidak diapa2kan..?. Nah disinilah letak perbedaan bahasa antara dokter dan pasien (masyarakt awam) yang jika tidak di samakan (komunikasikan) maka akan menimbulkan salah paham.

Pada kasus2 trauma kepala yang ringan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Hanya dilakukan observasi saja. Jika selama observasi keadaan pasien oke2 saja maka tidak dibutuhkan rawatan dan pasien hanya menjalani rawat jalan saja. Sedangkan pada kasus yang lebih berat, dilakukan penilaian/diagnostik secepat2nya dengan CT_scan atau MRI. untuk mencari cedera langsung akibat trauma (kerusakan jaringan otak) atau pun komplikasi dari trauma tersebut berupa perdarahan, edema(bengkak otak) dan penekanan tekanan dalam otak yang mana ketiga hal ini dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan baik dan benar.

Dari penafsiran aku, saat diobservasi serta dilakukan tindakan diagnostik lainnya, keluarga (dan pengantar lainnya/supporter) menganggap pasien dibiar2kan saja. Hal ini tidak akan timbul jika terjalin komunikasi yang baik antara dokter/paramedis dan keluarga pasien, guna menyamakan bahasa...

Saturday, February 28, 2009

Mengganti Smiley Pada Shoutbox

Bagi yang memakai shout box cbox pada blognya pasti sudah tahu bagaimana kurang bagusnya smiley standar/bawaannya, cuma ada 3 warna pilihan serta smileynya kecil2 serta statis (tidak bergerak). Jadinya kurang seru yah...

shot

Smiley asli ini bisa diganti dengan yang lebih seru loh (lihat gambar shotnya)...caranya mudah saja. Pastinya Login dulu ke cbox nya - Pilih Option - Smillies. Pada pilihan smiley pilih none selanjutnya pencet apply. Jadinya kosong smileynya....

Langkah selanjutnya, klik tombol New row untuk menambahkan baris sebanyak2nya sesuai dengan jumlah smiley yang ingin ditambahkan. Setelah itu tinggal menambahkan URL smiley yang dinginkan pada kolom URL serta jangan lupa menambahkan kode smiley pada kolom Code (kalo nggak ntar gak bisa di Save). Selanjutnya tinggal Save (di sebelah tombol New Row ). Selesai sudah...
WARNING: Jangan menekan tombol Apply, karena hasil kerja anda akan kembali kosong .

NB
Untuk URL smiley contoh bisa dibuka disini

Thursday, February 26, 2009

Memposting Kode HTML

Jika kita akan memasukkan kode HTML kedalam postingan, seperti membuat tips tentang nge-blog, kode HTML yang akan kita masukkan harus terlebih dahulu dilakukan modifikasi. karena saat akan dipost akan dilaporkan adanya error dalam posting tersebut. Salah satu cara agar kode HTML menjadi postable alias friendly dengan postingan adalah dengan mengganti kode2 HTML tersebut dengan kode pengganti, seperti dibawah ini.

Kode
Pengganti
Keterangan
<
&lt;
Tanda kecil
>
&gt;
Tanda Besar
&
&amp;
Tanda Dan
"
&quot;
Tanda petik ganda
±
&plusmn;
Tanda plus minus
©
&copy;
Tanda hak cipta (copyright)
®
&reg;
Tanda terdaftar (Registered)

Tetapi sebetulnya nggak perlu repot2 seperti itu ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan memakai pengubahnya ssecara online, contohnya disini. Tinggal Copy-Paste kode yang ingin di posting, kemudian klik tombol perubahnya (pada contoh link tinggal klik make it friendly), kemuadin copy-paste hasilnya kedalam postingan, gampang kan...Gitu ja kok repot .

Wednesday, February 25, 2009

Nggak punya kantor,...

RSU Propinsi tepat aku berdinas, pembangunannya kan belum 100% rampung. Ada satu bangunan utama yang belum selesai dikerjakan akibat bemasalah dalam proses proyeknya. Bangunan tersebut merupakan bangunan perkantoran. Akibatnya terjadi keterbatasan ruangan di rumah sakit. :D

Photobucket
Kantor yang belum siap

Direksi RS berkantor di lantai 4 bangunan yang merupakan IRNA (instalasi rawat inap). Tempat pertemuan dilakukan di (mohon maaf) gang, yang walaupun lebar teteup juga namanya gang. Tidak berpendingin angin (fan) apalagi berpendingin udara(ac). Gang yang lama (lihat gambar) karena letaknya di poliklinik masih mendingan ada AC nya, yg ini dipakai kalau ada acara menerima tamu2 besar saja, misalnya pejabat depkes, dan pejabatpemda. Dokter jaga umum kalau kebetulan jaga berdua dan beda gender, yang cowo ngungsi tidurnya di ruang poliklinik. Supir ambulan jika sedang tidak pasien yang akan dirujuk, kadang istirahatnya hanya di dalam mobil ambulan (diatas tandu atau brangkard).

Photobucket
Irna lantai 4 yg jadi kantor sementara direksi

Nah aku juga ketiban pulungnya. Dulu sewaktu masih di puskesmas aku punya ruagan kanto sendiri, yang didalamnya ada meja kerja dan sebuah tempat tidur. Lha kok dalam ruangan kantor ada tempat tidur? Dokternya malas ya? Maunya tidur2-an saja...? Ya nggaklah. Tempat tidur biasanya dipakai saat menunggu kemajuan pasien. Karena sering terjadi, pertolongan kepada pasien jarak waktunya berdekatan (tapi tetap saja dalam hitungan jam), contohnya selesai opersai jam 3 pagi, terus ada pasien yang pembukaannya sudah 7 cm. Jadinya kan tanggung kalau pulang ke rumah (jaraknya lumayan jauh sekitar 5 km-an). Lagian kasian sama supir ambulan yang harus bolak-balik.

Photobucket
Gank Pertemuan lama...

Saat menunggu itulah dibutuhkan tempat tidur untuk sekedar memjamkan mata sejenak. Karena tidak memiliki ruangan yang seperti di Puskesmas, buat sementara terpaksa menunggu perkembangan pasien sambil duduk dan memjamkan mata dikursi . Lumayan juga ...Untung saja tidak sering2 terjadi seperti itu.

Dulu sewaktu Klinik Ernes tempat aku berpraktik masih belum seperti sekarang (sudah ada ruangan khusus buat aku), karena memang gak ada ruangan lagi, aku malah lebih sering menunggu sambil tiduran diatas mobil saja. (di klinik belum ada ambulan dan supir).

Nah jadi jangan bayangkan jadi SpOG enak...mungkin spog yang dikota besar enak, fasilitas lengkap dan rasanya tidak akan mungkin mengalami seperti yang aku raskan serta sejawat spog didaerah kecil lainnya. Jadi sementara bersabar dahulu...kalau pagi periksa pasien, nagntor dan makan semuanya dilakukan dipoliklinik...